cybersecurity-sample
surveillance
Hikvision

Ketika H.265 tidak lebih baik daripada H.264

Sering kali kita mendengar dan membaca bahwa encoding H.265 lebih baik ketimbang encoding H.264 dan bahkan H.264+. Keuntungan yang ditawarkan oleh encoding H.265 (dibandingkan dengan encoding H.264 / H.264+) adalah ukuran data yang dihasilkan lebih kecil tanpa penurunan kualitas yang berarti. Dengan ukuran data yang lebih kecil ini secara tidak langsung berdampak positif pada 3 point yang seringkali menjadi pertimbangan pembeli dalam memilih perangkat CCTV, yaitu:
1. Efisiensi kapasitas media penyimpanan: dengan ukuran media penyimpanan yang sama (dengan yang digunakan pada encoding H.264) dapat menampung rekaman lebih banyak
2. Durasi perekaman yang lebih lama: dengan ukuran media penyimpanan yang sama (dengan yang digunakan pada encoding H.264) dapat menyimpan durasi perekaan yang lebih lama.
3. Efisiensi bandwidth: informasi yang sama (dengan encoding H.264) membutuhkan lebih sedikit bandwidth untuk streamming. Ini berguna agar streamming tetap lancar pada bandwidth yang kecil dan atau fluktuatif (besar bandwidth tidak konstan dari waktu ke waktu)

Hal ini pada kenyataanya adalah benar hingga suatu saat penulis disodorkan perhitungan dari Hikvision Network and Storage Calculator yang pernah penulis buat. Supaya cepat pembahasannya coba perhatikan perbandingan berikut ini:

1. Perbandingan perkiraan lamanya waktu penyimpanan.
Perhatikan gambar di bawah, yang di beri kotak merah adalah parameter yang berbeda saja, dalam hal ini adalah encodingnya H.254 dan H.265. Parameter lainnya nilainya sama. Coba perhatikan perkiraan lamanya waktu penyimpanan antara keduanya. Terlihat nilainya sama walaupun menggunakan encoding yang berbeda.



2. Perbandingan perkiraan kebutuhan ukuran media penyimpanan.
Perhatikan gambar di bawah, yang di beri kotak merah adalah parameter yang berbeda saja, dalam hal ini adalah encodingnya H.254 dan H.265. Parameter lainnya nilainya sama. Coba perhatikan perkiraan kebutuhan ukuran media penyimpanan antara keduanya. Terlihat nilainya sama walaupun menggunakan encoding yang berbeda.



3. Perbandingan perkiraan kebutuhan bandwidth.
Perhatikan gambar di bawah, yang di beri kotak merah adalah parameter yang berbeda saja, dalam hal ini adalah encodingnya H.254 dan H.265. Parameter lainnya nilainya sama. Coba perhatikan perkiraan kebutuhan bandwidth antara keduanya. Terlihat nilainya sama walaupun menggunakan encoding yang berbeda.



Dari ketiga perkiraan yang dihitung meng
gunakan Network and Storage calculator terlihat bahwa baik encoding H.264 dan H.265 memperkirakan hasil yang sama. Sungguh jauh berbeda dengan apa yang kita baca selama ini dimana selalu menginformasikan
1. Dengan ukuran HDD yang sama besar H.265 bisa menyimpan lebih lama
2. Dengan ukuran HDD yang sama besar H.265 bisa menyimpan lebih banyak
3. Dengan encoding H.265 kebutuhan bandwidth yang besar dapat dikurangi.
Lalu apakah H.265 tidak lebih baik daripada H.264. Apakah kedua encoding ini memang sama saja? Untuk bisa menjawab pertanyaan ini saya punya beberapa jawaban yang dapat di sesuaikan dengan karakteristik pembaca.

A. Penjelasan singkat.
Cara perhitungan di atas tidak valid karena mengabaikan prinsip hubungan antara ukuran file dan bitrate. Encoding H.264 dan H.265 membutuhkan ukuran bitrate yang berbeda sehingga menghasilkan ukuran file, kebutuhan media penyimpanan dan kebutuhan bandwidth yang berbeda.

Nah bagi pembaca yang tidak tidak terlalu suka dengan penjelasan yang detil kiranya cukup hingga disini penjelasannya.

B. Penjelasan lebih detil.
Pada bagian ini akan dijelaskan lebih detil mengenai hubungan antara ukuran file dan bitrate beserta formula dan parameter parameter yang mempengaruhinya, serta bagaimana encoding mode H.265 lebih baik daripada encoding mode H.264.

Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu apa sih sebetulnya bitrate itu? Bitrate singkatnya adalah jumlah bit pada setiap detik dari suatu durasi rekaman cctv. Secara umum, bitrate menentukan ukuran file dan kualitas suatu rekaman cctv. Pada setiap mode encoding, makin besar bitrate makin baik kualitas rekaman cctv tapi akan makin besar pula ukuran file yang dihasilkan.

Pada setiap encoding mode berlaku formula:
Ukuran File = Bitrate x Durasi Rekaman

Formula di atas mengabaikan parameter lain seperti framerate, resolusi dan lain sebagainya yang sebetulnya juga akan mempengaruhi ukuran file suatu rekaman. Namun parameter parameter tersebut untuk pembahasan kali ini kita abaikan dulu karena tidak termasuk dalam pokok bahasan artikel ini.

Dari formula di atas, untuk setiap encoding mode, jika parameter durasi kita anggap selalu tetap (tidak berubah) maka ukuran file akan sangat dipengaruhi oleh Bitrate. Makin besar bitrate, makin baik kualitas rekaman, makin besar ukuran file. Demikian pula makin kecil bitrate, makinburuk kualitas rekaman, makin kecil ukuran file. Atau dengan kata lain nilai bitrate berbanding lurus dengan ukuran file.

Nah masalah yang sering dihadapi adalah ukuran file yang besar membutuhkan media penyimpanan yang besar juga dan pada akhirnya membutuhkan biaya yang besar juga baik untuk kebutuhan media penyimpanan maupun bandwidth untuk streamming dari ponsel. Berdasarkan fakta lapangan, sebagian besar konsumen yang mengerti cctv menginginkan ukuran file yang kecil tapi kualitas rekaman tidak menurun. Bagaimana hal ini dapat di capai?

Agar kualitas rekaman tidak turun tapi ukuran file yang dihasilkan besarnya tidak berbanding lurus maka solusinya adalah mengganti encoding modenya. Untuk itulah dibuat encoding mode H.265 yang lebih efisien daripada H,264. Karena encoding H.265 jauh lebih efisien daripada H.264, tentunya ukuran bitratenya pun akan lebih kecil dibandingkan H.264. Encoding mode berkembang dari waktu ke waktu dan bekerja makin efisien sehingga tanpa menurunkan kualitas rekaman dapat menghasilkan ukuran file rekaman yang kecil.

Hingga artikel ini ditulis berikut adalah nilai default bitrate untuk H.264 dan H.265 adalah sebagai berikut:


Apa arti nilai default bitrate yang ditunjukkan oleh Storage and Network Calculator ini? Maksudnya adalah pada resolusi kamera 1080P encoding mode H.264 membutuhkan bitrate sebesar 4096 Kbps, sementara pada encoding mode H.265 untuk menghasilkan kualitas rekaman cctv yang sama baiknya hanya butuh bitrate sebesar 2048 Kbps. Dengan nilai bitrate yang lebih kecil sementara kualitasnya sama baiknya maka ukuran file yang dihasilkan pun akan lebih kecil juga.

Dari penjelasan di atas jika kita perhatikan saat menggunakan network and storage tools, setiap kali mengganti encoding mode tentunya nilai bitrate akan menyesuaikan. Oleh karena itu pengguna tidak diharapkan mengganti nilainya karena nilai tersebut adalah nilai yang diaarankan dan sudah mampu menghasilkan kualitas video yang baik, kecuali ada kebutuhan khusus yang menjadi dasar untuk mengganti nilai tersebut. Jadi demikianlah untuk pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat.



Cara Mengaktifkan Redudancy Pada DVR iDS-7216HQHI-M2/S

Redudancy Merupakan System Yang Bekerja Pada Media Penyimpanan Yang Mana Kita Memasang Dua Hardisk Sebagai Media Penyimpanan dan System Redudancy Mengisi Kedua HDD Dengan Data Yang Sama Sehingga Pada Saat Ada Kerusakan Pada Salah Satu Hard Disk, Kita Masih Memiliki Backup Data, Berikut Ini Langkah-Langkah Pengaturan Redudancy Pada DVR iDS-7216HQHI-M2/S :





Page 1 of 30