cybersecurity-sample
surveillance
Hikvision

Thermal Handheld: Solusi tepat bagi yang butuh cepat

Ada beberapa solusi dari produk Hikvison yang dapat digunakan untuk memindai suhu tubuh manusia, diantaranya yaitu: dengan Handheld Thermography Camera, dengan Thermal Camera jenis Bullet ataupun Turret, dengan Thermal Minmoe (solusi dengan akses control) dan lain sebagainya. Tulisan ini akan menjelaskan mengapa Handheld Thermography Camera tepat digunakan bagi yang butuh cepat dalam pengoperasiannya, dalam artian dengan segera dapat dioperasikan atau digunakan. Fokus pembahasan tulisan ini adalah tipe DS-2TP31B-3AUF dan DS-2TP21B-6AVF/W
 
1. Tidak membutuhkan instalasi sehingga dapat dengan segera digunakan.
Berbeda dengan kamera thermal jenis bullet ataupun turret yang agar dapat digunakan perlu dilakukan wiring kabel, instalasi dan konfigurasi yang lebih panjang, Handheld Thermography Camera tidak memerlukan instalasi karena dalam pengoperasiannya cukup digenggam dan dapat langsung dioperasikan. Namun demikian, jika dikehendaki Handheld Thermography Camera juga dapat diletakkan pada tripod. Tipe Tripod yang cocok adalah DS-2907ZJ.
 
2. Dapat dioperasikan fungsi pemindai demamnya setelah 5 menit di hidupkan.
Handheld Thermography Camera tidak membutuhkan waktu lama setelah dihidupkan untuk dapat segera dioperasikan fungsi pemindai demamnya. Operator hanya perlu menunggu selama 5 menit sejak dihidupkan maka Handheld Thermography Camera dapat segera digunakan untuk melakuakm pemindaian demam. Hal ini sungguh jauh berbeda dengan kamera thermal jenis bullet ataupun turret yang membutuhkan waktu hingga 30 menit.
 
3. Mendukung teknologi WIFI, alarm, dan tautan ke VMS (khusus DS-2TP21B-6AVF/W).
Kamera thermal pada umumnya menggunakan koneksi jaringan dengan kabel sehingga diperlukan instalasi yang lebih membutuhkan waktu. Handheld Thermography Camera DS-2TP21B-6AVF/W mendukung koneksi jarngan secara nirkabel (wireless) dengan demikian tidak diperlukan lagi instalasi kabel jaringan, cukup dengan mengkoneksikan ke jaringan wifi maka Handheld Thermography Camera DS-2TP21B-6AVF/W sudah dapat terhubung ke jaringan. Dengan terhubung ke jaringan maka DS-2TP21B-6AVF/W dapat fitur alarm dan tautan ke VMS dapat dilakukan. Perlu diperhatikan bahwa fitur WIFI, alarm dan tautan ke VMS ini hanya ada pada Handheld Thermography Camera DS-2TP21B-6AVF/W. Handheld Thermography Camera DS-2TP31B-3AUF tidak memiliki fitur - fitur ini.
 
Untuk lebih jelasnya tabel berikut adalah perbedaan Handheld Thermography Camera DS-2TP21B-6AVF/W dengan Handheld Thermography Camera DS-2TP31B-3AUF.
 
Fitur DS-2TP21B-6AVF/W DS-2TP31B-3AUF   Resolusi Thermal 160 x 120   Akurasi ± 0.5 °C   Rentang pengukuran
  suhu 30 – 40 °C   Jarak Kinerja terbaik 1.5 m 1 m   Lensa 6.2 mm 3.1 mm   Ukuran Display 3.5” 2.4”   Resolusi Optikal 8 MP Tanpa kanal optikal   Bi-spectrum fusion Mendukung Tidak Mendukung   WIFI Mendukung Tidak Mendukung   Audio alarm Mendukung Tidak Mendukung   SD Card Mendukung Tidak Mendukung   Snapshot Manual   Perekaman
  (Recording) Manual / Otomatis dengan
IVMS 4200 Tidak Mendukung   Koneksi ke
  IVMS-4200 Mendukung Tidak Mendukung   Export dengan USB Mendukung   Koneksi ke
  Blackbody Mendukung Tidak Mendukung   SD Card overwrite Tidak Mendukung   External Display Mendukung Tidak Mendukung   SDK Mendukung Tidak Mendukung   ISAPI Mendukung Tidak Mendukung   Baterai dapat dilepas 
  (removable) Mendukung Tidak Mendukung   Pengoperasian saat
  pengisian baterai Mendukung   Waktu
  pengisian baterai Kondisi dimatikan 4 Jam,
Kondisi dioperasikan 4 Jam 30 menit Kondisi dimatikan 3 Jam 50 menit,
Kondisi dioperasikan 4 Jam 45 menit   Hik-Thermal Mendukung Tidak Mendukung   Hik-Connect Mendukung Tidak Mendukung   Ubah satuan suhu Mendukung   Antarmuka
  pengisian  baterai USB Tipe C Micro USB
 
Demikianlah penjelasan singkat ini mudah mudahan dapat bermanfaat, terutama dalam memilih Handheld Thermography Camera Hikvision yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

CARA MERUBAH SKALA SUHU DI DS-2TP31B-3AUF

CARA MERUBAH SKALA SUHU DI DS-2TP31B-3AUF

 

 

Pertama klik tombol sebelah kiri pada perangkat.

 

 

Setelah membuka menu, klik tombol ke bawah sampai bertemu dengan “Unit”

 

Skala default yang digunakan adalah C atau Celcius, apabila ingin mengubah klik tombol di sebelah kiri lagi.

 

Apabila di klik kiri, maka Unit atau skala akan berubah menjadi F atau Fahrenheit

 

Lalu bila di klik lagi, maka akan menjadi K atau Kalvin.

Ketika tombol sebelah kiri di klik 3x, akan kembali menjadi C atau Celcius kembali

 


Tips memilih Handheld Thermal Camera Hikvision yang cocok

Merebaknya pandemik Corona atau yang biasa disebut Covid-19 di Indonesia membuat masyarakat perlu melakukan tindakan pencegahan (preventif) terhadap penularan virus tersebut. Salah satu langkah preventif adalah dengan mendeteksi suhu tubuh seseorang yang akan masuk ke dalam suatu ruangan. Upaya pendeteksi suhu tubuh manusia ini dapat dilakukan dengan Hikvision handheld thermal camera. Ada berbagai jenis handheld thermal camera produk Hikvision. Tidak semuanya cocok dan dapat digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Untuk alasan tersebut, tulisan kali ini akan memberikan tips mengenai bagaimana memilih tipe handheld kamera yang cocok untuk mendeteksi suhu tubuh manusia, serta membedakannya dengan handheld thermal kamera untuk tujuan lain.

Pembahasan ini akam mengambil 4 macam tipe kamera yaitu:

Tipe
Deskripsi
Gambar
DS-2TP31-3AUF Handheld Thermography Camera DS-2TP31B-3AUF Body Temperature Measurement Camera
DS-2TP21-6AVF/W Thermographic Handheld Camera DS-2TP21B-6AVF/W Body Temperature Measurement Camera



Jika anda belum mempunyai datasheet dari keempat tipe produk di atas, anda dapat mendownloadnya dengan mengklik pada model tertera berikut ini: DS-2TP31-3AUF, DS-2TP31B-3AUF, DS-2TP21-6AVF/W, DS-2TP21B-6AVF/W. Sangat disarankan untuk mendownload datasheet ke empat tipe tersebut karena pada pembahasan selanjutnya akan merujuk kepada datasheet sesuai tipe produk agar penjelasannya lebih mudah dimengerti.

Dari tabel di atas, jika kita melihat dari kolom deskripsi maka kita akan tahu bahwa handheld kamera yang cocok digunakan untuk mengukur suhu tubuh adalah handheld kamera yang pada ada kata kata body temperature measurement. Namun bagaimana jika deskripsi tersebut tidak ada? Cara terbaik adalah dengan melihat dan memahami tipenya. Jika anda jeli pada tipe tersebut telah saya beri warna merah cetak tebal garis bawah pada kode tertentu.  Berikut adalah penjelasannya:

1. Huruf P pada kode DS-2TP… menandakan bahwa produk tersebut adalah handheld camera. Ada kamera Hikvision jenis lainnya yang bukan jenis handheld yaitu misalnya DS-2TD2617B-6/PA (Thermographic Bullet Body Temperature Measurement Camera) dan DS-2TD1217B-6/PA (Thermographic Turret Body Temperature Measurement Camera). Namun kedua tipe kamera ini bukan merupakan pokok bahasan kita kali ini dan tidak akan dibahas lebih lanjut disini.

2. Huruf  B. Perhatikan dan bandingkan pasangan kamera berikut:
DS-2TP31-3AUF dibandingkan dengan DS-2TP31B-3AUF.
DS-2TP21-6AVF/W dibandingkan dengan DS-2TP21B-6AVF/W
Pada tipe kamera di atas, huruf B pada kamera handheld (diawali dengan kode DS-2TP) menandakan bahwa kamera handheld tersebut digunakan khusus untuk mengukur suhu tubuh manusia. Jadi jika anda bermaksud memilih kamera yang akan digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia maka pilihlah kamera yang ada huruf B nya seperti pada contoh tipe di atas.

Kamera jenis DS-2TP31B-3AUF dan DS-2TP21B-6AVF/W dimaksudkan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Mengapa demikian? Perhatikan lebih lanjut datasheet kedua jenis kamera tersebut pada bagian Thermography seperti screenshot berikut ini:

 

 

 

 

Pertama, perhatikan Thermometry Range nya, tertera nilai 30 °C to 45 °C, maksudnya adalah kamera ini dapat mengukur suhu tubuh manusia yang rentang suhunya antara 30 °C hingga 45 °C. Disini jelas bahwa untuk rentang suhu ini sangat dekat dengan rentang suhu tubuh manusia, yaitu antara 30 °C hingga 45 °C.

Kedua, perhatikan Thermometry Accuracy nya, tertera nilai 0.5 °C, maksudnya adalah tingkat keakuratan atau nilai toleransi pengukuran suhu tubuh manusia yang terbaca oleh kamera jika dibandingkan dengan suhu tubuh manusia yang sebenarnya selisihnya adalah ±0.5 °C. Jadi misalnya pada kamera terbaca 36°C maka suhu tubuh manusia yang sebenarnya bisa jadi 36.5°C atau 35.5°C (max ±2 °C). Dengan memperhatikan Thermometry Accuracy ini jelas bahwa kamera tersebut cocok digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia karena tingkat akurasinya cukup tinggi yaitu sebesar 0.5 °C.

Sebaliknya, kamera jenis DS-2TP31-3AUF dan DS-2TP21-6AVF/W tidak dimaksudkan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Mengapa demikian? Perhatikan lebih lanjut datasheet kedua jenis kamera tersebut pada bagian Thermography seperti screenshot berikut ini:

 

 

 

 

Pertama, perhatikan Thermometry Range nya, tertera nilai -20 °C to 550 °C, maksudnya adalah kamera ini dapat mengukur suhu suatu objek yang rentang suhunya antara -20 °C hingga 550 °C. Disini jelas bahwa untuk rentang suhu ini terlalu besar untuk suhu tubuh manusia. Suhu tubuh terendah manusia tidak ada yang mendekati -20 °C dan suhu tertinggi manusia juga tidak ada yang mendekati 550 °C.

Kedua, perhatikan Thermometry Accuracy nya, tertera nilai Max (±2 °C, ±2%), maksudnya adalah tingkat keakuratan atau nilai toleransi pengukuran suhu objek yang terbaca oleh kamera jika dibandingkan dengan suhu objeck sebenarnya selisihnya adalah max (±2 °C, ±2%). Jadi misalnya pada kamera terbaca 36°C maka suhu objek yang sebenarnya bisa jadi 38°C atau 36°C (max ±2 °C). Dengan memperhatikan Thermometry Accuracy ini jelas bahwa kamera tersebut tidak cocok digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Misalnya seseorang yang suhu tubuh sebenarnya adalah 36°C pada kamera terbaca menjadi 38°C yang menandakan orang tersebut sudah demam padahal kenyataannya tidak demam (false positif). Atau sebaliknya seseorang yang sudah demam dengan suhu tubuh 38°C pada kamera terbaca menjadi 36°C yang menyatakan orang tersebut sehat (false negatif).

3. Huruf W. Perhatikan dan bandingkan pasangan kamera berikut:
DS-2TP31-3AUF dibandingkan dengan DS-2TP21-6AVF/W.
DS-2TP31B-3AUF dibandingkan dengan DS-2TP21B-6AVF/W.
Pada tipe kamera di atas, huruf W pada kamera handheld ( diawali dengan kode DS-2TP) menandakan bahwa kamera handheld tersebut mendukung koneksi jaringan nirkabel (Wireless Network / WiFi). Sebaliknya yang tidak memiliki kode W  tidak mendukung koneksi jaringan nirkabel (Wireless Network / WiFi).

Lalu apa manfaatnya dengan adanya dukungan koneksi jaringan nirkabel (Wireless Network / WiFi) ini? Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya dukungan koneksi jaringan nirkabel (Wireless Network / WiFi) diantaranya yaitu:
a.Mendukung liveview pada PC dan mobile device.
b.Mendukung alarm trigger.

Demikianlah penjelasan singkat untuk handheld thermal camera Hikvision. Mudah mudahan penjelasan ini dapat memberikan manfaat dan petunjuk dalam memilih handheld thermal camera yang sesuai peruntukannya. Apakah untuk mengukur suhu tubuh manusia atau untuk keperluan pengukuran suhu lainnya.


Cara Merubah Batas Maksimal Suhu pada Kamera Thermal Handheld Hikvision DS-2TP31B-3AUF

Pertama-tama klik dan hold tombol Power untuk menyalakan handheld.

Selanjutnya, klik tombol power (tanpa di hold) untuk masuk ke menu.

 

 

Maka setelah di klik akan masuk ke menu dengan tampilan seperti berikut ini:

 

Pada Measure Range terdapat tulisan 30-45°C, namun suhu manusia normal adalah sekitar 35-37°C,

Maka pada Alarm Temp di klik menggunakan tombol power 1 kali,

Lalu klik tombol turun untuk menurunkan suhu maksimal atau naik untuk menaikkan suhu maksimal.

 

Dianjurkan menggunakan suhu maksimal yaitu 37.5°C.

 

 

Apabila sudah diubah, klik tombol Power lagi atau klik Tombol back di sebelah kanan. Maka suhu yang telah di ubah tersebut akan otomatis ter save.

 


Sekilas Tentang Resolusi (Resolution)

Istilah resolution dalam bahasa Indonesia disebut resolusi seringkali kita temui ketika kita berbicara mengenai misalnya monitor, televisi, smartphone, kamera termasuk kamera CCTV ataupun hal lainnya yang berhubungan dengan tampilan untuk dilihat oleh mata. Pada pembahasan kali ini penulis akan membatasi pokok bahasan terbatas pada resolusi dalam dunia CCTV. Namun beberapa bagian dari pembahasan terkait mungkin akan bersinggungan dengan resolusi pada layar televisi atau pun hal lainnya sehingga dapat juga digunakan saat menjelaskan hal hal terkait tersebut.

 

Ketika hendak membeli perangkat CCTV biasanya anda diberi opsi pilihan oleh penjual dengan pertanyaan mau yang resolusi berapa MP? Pilihan resolusi bervariasi misalnya 1MP, 720p 1.3MP, 2MP, 1080N, 1080N 3MP, 4MP, 5MP, 8MP, 4K dan seterusnya. Penjual biasanya memberi penjelasan singkat misalnya dengan mengatakan resolusi 2MP lebih bagus daripada resolusi 1MP, atau gambar pada resolusi 2MP tidak pecah seperti yang 1MP. Nah sekarang pertanyaannya dimana letak bagusnya? Apa itu gambar pecah? Apa kelebihannya? Bagaimana menjelaskannya? Apakah cukup dengan menyodorkan 2 buah tampilan samping menyamping, yang satu adalah tampilan kamera 1MP dan yang lain adalah tampilan kamera 2MP, kemudian membiarkan pelanggan membandingkan sendiri? Tulisan ini mudah mudahan akan dapat membantu menjawab pertanyaan di atas.

 

1. Jenis Resolusi.

Sebelum membahas lebih jauh, coba perhatikan rangkaian dasar CCTV pada gambar berikut ini:

 

 

 

Gambar di atas sudah dilengkapi dengan nomor untuk mempermudah urutan penjelasan secara garis besarnya. Kita mulai dari object pada nomor 1 ditangkap oleh lensa kamera pada nomor 2. Nah pada tahap ini kita resolusinya disebut resolusi optikal (optical resolution) yaitu kemampuan sistem pencitraan untuk menyelesaikan detil pada objek yang sedang dicitrakan Jika anda tertarik untuk membaca materi teknis, lebih jauh pada bagian ini juga dijelaskan mengenai resolusi lensa, resolusi image sensor (CCD dan CMOS), pengaruh bandwidth analog pada resolusi, resolusi pada sistem, resolusi mata manusia dan lain sebagainya.

 

Kemudian gambar tersebut direkam oleh recorder  (DVR atau NVR) pada nomor 3. Pada tahap ini resolusi disebut sebagai resolusi perekaman (recording resolution). Saat gambar tampil pada monitor resolusinya disebut sebagai resolusi tampilan (Display Resolution) pada gambar nomor 4.

 

Dari gambar di atas maka jelaslah bahwa untuk mendapatkan resolusi tertentu maka kamera, recorder dan monitor harus mendukung resolusi tertentu tersebut. Sebagai contoh anda menginginkan tampilan pada monitor dengan resolusi 4K (mengenai 4K ini ada pada penjelasan lebih lanjut) maka syaratnya:

1. Kamera yang menangkap gambar harus mampu bekerja pada resolusi 4K

2. Recorder (DVR atau NVR) yang melakukan perekaman (recording) dan putar ulang (playback) harus mampu bekerja pada resolusi 4K

3. Monitor yang melakukan penampilan harus mampu bekerja pada resolusi 4K.

 

 

Dalam hal ketiga perangkat (kamera, recorder dan monitor) tersebut di atas memiliki kemampuan resolusi yang berbeda beda, maka hasil akhir dari kerjasama tersebut adalah resolusi terendah dari antara perangkat tersebut.

 

Jadi misalnya anda memiliki kamera dengan kemampuan resolusi 2MP, meskipun recorder anda mampu record / playback hingga resolusi 4K dan monitor anda mampu menampilkan resolusi 4K. Namun resolusi maksimum yang mampu ditampilkan di monitor adalah 2MP. Hal ini dikarenakan kamera hanya mampu bekerja pada resolusi 2MP.

 

Demikian juga halnya apabila anda memiliki kamera 4K dan recorder anda mampu  record / playback hingga resolusi 4K. Namun karena monitor tidak support 4K maka dengan terpaksa display video out dari recorder harus diturunkan resolusinya agar dapat tampil di monitor tersebut.

 

2. Pengukuraan Resolusi.

Hasil dari pencitraan akan berbentuk rangkaian gambar berurut berdasarkan waktu (video) yang mempunyai resolusi gambar (image resolution), yaitu detil yang di pegang oleh gambar. Semakin tinggi resolusi gambar maka akan semakin banyak detil gambar tersebut.

 

Resolusi gambar (image resolution) dapat diukur dengan berbagai cara. Ada teknik yang mengukur resolusi dengan mengkuantifikasikan seberapa dekat sebuah garis dengan garis lainnya yang dapat terlihat terselesaikan dengan baik untuk membentuk sebauh gambar. Satuan resolusi dikaitkan ukuran fisik (garis per milimeter, garis per inci) ke ukuran keseluruhan gambar (garis per tinggi gambar = line per picture height, singkatnya dikenal sebagai garis = line, garis Televisi = TV Lines atau TVL) sesuai standard grafik resolusi EIA-1956. Tehnik pengukuran resolusi dengan cara ini biasanya digunakan pada kamera analog lama / tua. Biasanya resolusi kameranya dinyatakan dengan TVL misalnya 400 TVL, 420 TVL, 480 TVL, 600 TVL, 700 TVL dan lain sebagainya.

 

 

Pada teknik pengukuran resolusi yang lain istilah resolusi dianggap setara dengan jumlah piksel (titik) dalam gambar digital. Berikut adalah ilustrasinya untuk mempermudah pemahaman resolusi dalam satuan piksel (titik).

 

Sebuah Huruf R dengan karakteristik seperti dibawah ini akan digambarkan pada media dengan berbagai ukuran piksel (titik):

 

Huruf abjad

:

R

Latar belakang

:

Hijau

Warna huruf

:

Putih

Warna bayangan

:

Hitam

 

Berikut ini adalah gambar huruf tersebut mulai dari ukuran gambar resolusi 1x1 piksel 2x2 piksel hingga 100x100 piksel.

 

 

Dari gambar di atas dapat disimpulkan semakin banyak jumlah piksel - nya maka gambar akan tampak makin detail. Inilah yang dimaksud oleh penjual pada umumnya bahwa “resolusi 2MP lebih bagus daripada resolusi 1MP” maksudnya mau mengatakan bahwa resolusi 2MP mempunyai tingkat kedetilan gambar lebih tinggi daripada resolusi 1MP karena jumlah piksel nya lebih banyak.

 

Perhatikan kembali gambar huruf R di atas. Coba bandingkan gambar ber resolusi 10 x 10 dibandingkan dengan 100 x 100. Nah gambar yang dimaksudkan gambar pecah adalah yang berukuran 10 x 10, jika yang dibandingkan adalah resolusi 10 x 10 dan 100 x 100. Gambar disebut pecah apabila tingkat kedetilannya lebih rendah dibandingkan dengan gambar lainnya. Jadi dalam kasus penjual membandingkan antara gambar ber resolusi 1 mp dan 2 mp maka penjual akan mengatakan gambar 1 ber resolusi mp akan lebih pecah ketimbang gambar ber resolusi 2 mp.

 

3. Ukuran Resolusi.

Pada ilustrasi gambar di atas ukuran resolusi dinyatakan dalam bentuk piksel. Pada umumnya ukuran gambar dinyatakan dalam satuan Mega Piksel (disingkat MP). Berikut adalah beberapa satuan resolusi serta hubungannya dengan satuan resolusi lainnya.

 

Nama satuan resolusi

Hubungan antar satuan

Keterangan

  Giga Piksel (GP)

  1 Giga Piksel = 1000 Mega Piksel

  Satuan ini belum digunakan dalam istilah CCTV

  Mega Piksel (MP)

  1 Mega Piksel = 1000 Kilo Piksel

  Satuan ini paling sering digunakan dalam istilah CCTV

  Kilo Piksel (KP)

  1 Kilo Piksel = 1000 Piksel

  Satuan ini tidak digunakan dalam istilah CCTV

  Piksel (P)

  Satuan terkecil dari resolusi

  Satuan ini tidak digunakan dalam istilah CCTV

 

Berikut adalah ukuran resolusi yang sering digunakan pada kamera CCTV.

Ukuran Resolusi

Lebar x Tinggi

Total Piksel

  QCIF

      176 x   120

          21,120

  CIF

      352 x   240

          84,480

  2CIF

      704 x   240

        168,960

  4CIF

      704 x   480

        337,920

  D1 (NTSC)

      720 x   486

        349,920

  D1 (PAL)

      720 x   576

        414,720

  960H

      960 x   576

        552,960

  1 MP (720P)

    1280 x   720

        921,600

  960P (HD)

    1280 x   960

     1,228,800

  1.3 MP

    1280 x 1024

     1,310,720

  1080N

      960 x 1080

     1,036,800

  2 MP (1080P / Full HD)

    1920 x 1080

     2,073,600

  3M-N

    1024 x 1536

     1,572,864

  3 MP

    2048 x 1536

     3,145,728

  4M-N

    1280 x 1440

     1,843,200

  4 MP

    2560 x 1440

     3,686,400

  5M-N

    1296 x 1944

     2,519,424

  5 MP

    2592 x 1944

     5,038,848

  6M-N

    1536 x 2048

     3,145,728

  6 MP

    3072 x 2048

     6,291,456

  8M-N

    1920 x 2160

     4,147,200

  8 MP (4K / 2160P)

    3840 x 2160

     8,294,400

  33 MP (8K)

    7680 x 4320

   33,177,600

 

Sebagai catatan tambahan, QCIF adalah singkatan dari Quarter Common Intermediate Format umumnya disebut Quarter CIF. Disebut Quarter CIF karena total pikselnya adalah ¼ dari total piksel CIF (lihat tabel). Penjelasan ini juga menjelaskan berturut turut 2CIF, dan 4CIF.

 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai resolusi dan mudah mudahan informasi ini bermanfaat.



Page 2 of 9